You are browsing with label: Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Ada sebanyak 3.700 mahasiswa baru tiap tahunnya di IPB. Mahasiswa-mahasiswa baru ini datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. IPB sendiri menyebut mahasiswa-mahasiswa baru ini sebagai putra-putri terbaik bangsa. Dari 10 orang yang mendaftar hanya satu yang diterima. Satu yang diterima itu adalah salah satu putra-putri terbaik bangsa.

Untuk biaya masuk sendiri IPB tidak memberatkan calon-calon mahasiswanya. Ada banyak cara untuk membayar uang masuk tersebut. Satu dari empat mahasiswa IPB masuk tanpa membayar uang pangkal sama sekali. Mereka adalah calon mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bidik misi. Pemerintah sendiri lewat DIKTI  menyediakan kuota sebanyak 1000 beasiswa untuk calon mahasiswa IPB.

Seorang calon mahasiswa IPB baru bisa dikatakan sebagai mahasiswa IPB apabila telah memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Selanjutnya mahasiswa ini baru sah sebagai mahasiswa IPB dan akan mendapatkan pendidikan. Tidak seperti Perguruan Tinggi lainnya, IPB sendiri pada tahun pertama menerapkan sistem pendidikan yang disebut TPB (Tahun Persiapan Bersama). TPB adalah masa-masa persiapan untuk mahasiswa baru sebelum masuk ke departemen atau fakultas.

Mahasiswa IPB tidak disebut berdasarkan jurusannya masing-masing walaupun diterima di jurusan yang dipilih. Misalnya Mahasiswa baru yang diterima di jurusan Kedokteran Hewan tidaklah disebut Mahasiswa FKH tapi disebut sebagai mahasiswa TPB. Selama dua semester mahasiswa TPB akan tinggal di asrama yang dikenal dengan asrama TPB. Asrama mahasiswa (putra) dan mahasiswi (putri) dipisahkan. Untuk asrama putera disebut Astra dan asrama putri disebut Astri. Jadi pada tahun pertama mahasiswa IPB harus melewati dua masa pada satu waktu, yaitu masa TPB dan masa asrama.

Masa TPB sendiri ditujukan untuk menyamakan tingkat dan kualitas pendidikan mahasiswa. Kualitas pendidikan SMA satu daerah tentu tidak sama dengan SMA di daerah lainnya. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut seperti kurangnya sumber daya guru dan juga fasilitas yang tidak memadai. IPB sendiri tidak berkeinginan untuk membedakan kemampuan dan pemahaman akan ilmu bagi mahasiswanya. TPB adalah cara yang tepat untuk mengatasi ketidaksamaaan kualitas pendidikan tersebut. Kurikulum TPB sendiri sama seperti kurikulum SMA. Mata-mata kuliah yang diajarkan juga sama dengan mata pelajaran SMA. Oleh karena itu mahasiswa IPB sering menyebut TPB sebagai kelas empat –nya SMA. Materi-materi yang ada pada mata kuliah TPB tidak jauh berbeda dengan materi-materi yang ada di SMA. Materi-materi ini akan sedikit dipersempit dan diarahkan ke materi yang mendukung pertanian. Contohnya adalah mata kuliah Sosiologi Umum. Mata kuliah ini tetap mengajarkan materi-materi penting Sosiologi Umum seperti biasanya. Namun dalam hal pemberian kasus untuk dianalisis pasti yang berkaitan dengan yang namanya pertanian. Pertanian yang dimaksud adalah pertanian dalam arti luas yang mencakup peternakan, veteriner, perikanan-perairan, kehutanan dan juga teknologi pertanian. Diharapkan selepas dari TPB pemahaman semua mahasiswa baru IPB sama. Kesamaan ini akan menjadi dasar dalam memahami materi-materi yang sesuai jurusan atau departemen yang dipilih.

Masa-masa TPB adalah masa-masa pertukaran budaya, mengingat mahasiswa-mahasiswa baru IPB tidak datang dari satu daerah saja. Semua datang dari penjuru Indonesia. Mahasiswa yang berasal dari Jawa tetap mendominasi, namun tidak sedikit juga yang berasal dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Tidak ada masalah dengan adanya dominasi kebudayaan tersebut.

Ketertukaran budaya cukup diwakili oleh satu orang mahasiswa saja. Satu mahasiswa ini sudah bisa menggambarkan tentang kebudayaan yang dibawa. Selain itu informasi yang didapatkan tidak akan jauh berbeda dengan mahasiswa lainnya dari daerah yang sama.

Masa-masa asrama sendiri adalah masa-masa penuh kebagian, begitu pernyataan sebagian besar mahasiswa IPB yang telah melewati masa-masa tersebut. Pada masa inilah mahasiswa IPB akan menceritakan jalan mereka ketika masuk IPB. Hal yang paling mencolok adalah alasan masuk IPB dan memilih jurusan. Jika dibandingkan hanya satu dari sepuluh mahasiswa IPB yang masuk karena benar-benar mencintai pertanian. Sembilan lainnya memilih IPB karena banyak alasan. Ada yang yang masuk karena memperjuangkan prestige sekolahnya. Jika tidak memilih IPB maka SMA nya tidak akan mendapatkan jatah tahun berikutnya. Ada juga yang masuk untuk menghindari sekolahnya dari “blacklist” IPB. Isu yang beredar menyebutkan kalau sekolah-sekolah yang sudah di “blacklist” otomatis siswanya tidak bisa masuk IPB. Alasan-alasan inilah yang menjadikan siswa tersebut terpaksa harus memilih IPB, terkadang malah dengan jurusan yang tidak mereka inginkan sama sekali. IPB sendiri memberlakukan aturan ketat seperti ini untuk mencegah “peng-anak tirian” pilihan. Selama ini IPB merasa selalu di nomor dua kan dan dijadikan sebagai pilihan alternatif jika tidak diterima di perguruan tinggi lainnya.

Bicara memilih jurusan kebanyakan dari siswa tidak mengerti dengan jurusan yang mereka pilih. Informasi tentang Perguruan Tinggi yang ada dan bisa dipilih itu tidaklah memadai. Guru sebagai tenaga pendidik yang bertanggung jawab terhadap pendidikan siswanya juga tidak memiliki informasi yang cukup mengenai Jurusan dan Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Bahkan ada juga oknum guru yang tidak peduli dengan hal ini. Akibatnya jurusan yang dipilih adalah jurusan yang namanya aneh, bagus dan asing. Suatu jurusan yang baik dinilai berdasarkan namanya, bukan dari program jurusan tersebut. Sementara jurusan lain yang tidak memiliki nama yang menarik menjadi pilihan terbawah. Jurusan-jurusan dengan nama pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan tidak menjadi prioritas. Siswa-siswa yang tidak diterima di jurusan yang mereka inginkan (jurusan pilihan pertama) berkemungkinan diterima di jurusan yang ada di pilihan kedua. Pilihan kedua ini kadang-kadang adalah jurusan yang dipilih secara asal-asalan. Selanjutnya siswa ini mau tidak mau harus memutuskan, memilih jurusan yang diterima atau mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pilihan memilih jurusan yang diterima adalah pilihan rasional. Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jauh lebih prestise dibanding kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Faktor biaya juga menjadi alasan. Hanya orang-orang kaya yang bisa bertahan dengan biaya kuliah mahal di PTS. PTS sendiripun tidak menyediakan beasiswa yang cukup untuk mahasiswa yang tidak berkecukupan dalam masalah biaya.

Kuliah di jurusan yang tidak diketahui. Itulah imbas dari pilihan yang tidak beralasan. Hanya satu dari sepuluh mahasiswa IPB yang benar-benar tau informasi tentang IPB. Sedikit sekali yang benar-benar merencanakan untuk kuliah di IPB dengan jurusan yang mereka sukai. Akibat akan mengakibatkan hal yang lainnya. Pertama memilih jurusan asal-asalan akibatnya diterima di jurusan yang tidak sesuai keinginan. Kedua, Karena tidak diterima di jurusan yang sesuai keinginan kuliah menjadi malas, nilai turun, dapat surat peringatan dan akhirnya DO. Banyak mahasiswa yang DO bukan karena kasus-kasus kriminal. Rata-rata alasan di DO adalah tidak bersemangat dengan jurusan yang dipilih. Tidak ada motivasi untuk belajar, tidak melihat prospek masa depan yang cerah dari jurusan yang pipih membuat mahasiswa ini DO di semester-semester awal kuliah.

Walaupun IPB sendiri tau kalau ketidaksukaan dengan jurusan yang dipilih adalah masalah personal, namun IPB juga tidak mau kehilangan putera-puteri terbaik bangsa hanya karena masalah ini. Ada potensi yang besar dari seorang pemuda dan potensi itu bisa memajukan bangsa Indonesia, terutama di bidang pertanian. Putera-puteri terbaik bangsa ini hanya mengalami sedikit kegalauan dengan jurusan-jurusan yang mereka pilih. Jika diibaratkan, mereka seperti pedang yang bengkok yang sewaktu-waktu bisa patah jika tidak diluruskan lagi. IPB sebagai Perguruan Tinggi yang diberikan amanah oleh bangsa ini untuk memajukan pertanian Indonesia memiliki tanggung jawab untuk meluruskan pedang yang bengkok tersebut. Dengan segala daya dan upaya pedang ini akan lurus dan siap membabat gulma-gulma pertanian Indonesia.

Asrama TPB merupakan salah satunya. Asrama ini bukan sekedar tempat tinggal saja. Terdapat berbagai program pembinaan seperti apel pagi, SOGA (Sosial Gathering) lorong dan beberapa program lainnya yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta akan pertanian. Terdapat juga kakak-kakak pendamping yang disebut Senior Resedent (SR) yang senantiasa membimbing mahasiswa-mahasiswa baru dalam berbagai hal. Pembibingan ini menyangkut semua hal tidak hanya terbatas pada program-program asrama. Salah satu contohnya adalah diskusi bebas. Dalam diskusi bebas ini semua topik boleh dibicarakan dan nanti SR akan menghubungkannya dengan pertanian. Inti dari diskusi bebas itu adalah memberikan paradigma kepada mahasiswa baru bahwa pertanian tidaklah seperti yang mereka pikirkan. SR juga akan mengatakan kalau perjuangan itu tidak harus dengan hal-hal yang disukai, justru dengan hal yang tidak disukai membuat diri untuk belajar tentang hal yang dikesampingkan selama ini. SR juga memberikan pernyataan kalau kuliah di IPB adalah pilihan tepat. Apapun jurusan yang dipilih, suka atau tidak suka IPB akan menjadikan mahasiswa baru menjadi pejuang pertanian, laskar pertanian Indonesia. Artinya memperjuangkan nasib rakyat kecil, rakyat kalangan bawah yang mendominasi Indonesia ini. Jika merasa tersesat, maka tersesatnya tidak lah ke jalan yang salah tapi ke jalan yang benar.

Penanaman nilai-nilai cinta akan pertanian, cinta akan jurusan yang dipilih, cinta akan keputusan yang telah diambil tidak hanya dilakukan oleh SR tapi juga dosen. Dosen sendiri pasti menyematkan kalau pertanian tidak seperti yang disangka mahasiswa. IPB juga tidak seperti yang disangka. Banyak orang-orang besar dulu kuliah IPB dan banyak di antara mereka dulunya adalah orang –orang yang salah jurusan juga. Intinya dosen akan mengatakan kalau merasa tersesat di IPB maka tersesatnya tidak di jalan yang salah tapi dijalan yang benar. Mereka besar karena mengubah ketidaksukaan menjadi kecintaan.

Begitulah cara dan nilai yang ditanamkan IPB dalam menyikapi salah jurusan. Ketidaksukaan memang menyebabkan penurunan spirit belajar dan berjuang. Lewat kerjasama semua elemen ketidaksukaan itu akan tergantikan dengan kecintaan kepada jurusan yang dipilih. Cita-cita bisa ditulis ulang, passion bisa bentuk dan mood bisa dikontrol . Tersesat bisa benar-benar tersesat dan tersesat yang tersesat di jalan yang benar. Tersesat di jalan yang benar itulah dampak dari adanya pilihan-pilihan yang harus diambil.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/05/24/33781/tersesat-di-jalan-yang-benar-dilema-pemilihan-jurusan-mahasiswa-ipb/#ixzz2UFdG67xc
Read more
Oleh: Usman Munandar
Sukses adalah tujuan setiap orang di dunia ini. Entah sukses sebagai apa yang mereka inginkan dan bisa jadi merupakan cita-cita. Sudah banyak orang yang memberikan kiat-kiat untuk sukses, ribuan buku telah terbit dan juga rangkaian seminar tentang meraih kesuksesan tersebut. Maka tak ada salahnya jika saya juga ingin memberikan tips yang mudah dan praktis untuk sukses.

Sebenarnya hanya ada 2 kiat yang apabila kita berpegang teguh pada 2 prinsip ini maka sukses akan dapat diraih: Tekun dan Fokus.

1. Tekun. Ketekunan itu identik dengan sabar, gigih, pantang menyerah, dan istiqamah. Jika kita lihat tokoh-tokoh hebat yang masyhur, mereka bisa meraih kesuksesan karena ketekunan mereka. Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu yang telah melakukan percobaan hingga ribuan kali untuk menemukan bola lampu.

Tekun juga bisa berarti konsisten atau istiqamah. Jika kita bilang orang itu tekun belajar, maka itu artinya orang tersebut belajar dengan rajin tanpa kenal lelah dan konsisten belajar setiap hari.

Dengan ketekunan yang dimiliki, segala macam rintangan dan kemalasan pada diri kita akan tunduk kepadanya. Ini berarti bahwa ketekunan itu adalah jiwa kegigihan dan pantang menyerah untuk terus belajar dan berusaha.

Bukan orang pintar yang akan sukses, tetapi orang yang tekun lah yang akan sukses. Jika orang pintar sudah pasti sukses maka itu tidak adil, pintar adalah anugerah sedangkan tekun adalah usaha. Pemenang tidak pernah berhenti dan mereka yang berhenti tidak akan pernah menang.

2. Fokus. Tidak ada seorang tokoh hebat yang terkenal karena keahliannya dalam berbagai bidang atau multi-talenta. Melainkan orang-orang hebat tersebut adalah orang yang sukses dan menjadi idola di bidangnya masing-masing. Prof. B.J. Habibie adalah tokoh yang terkenal di industri pesawat terbang. Bill Gates tokoh terkenal di bidang teknologi komputer. Taufik Hidayat, orang yang ahli dalam olahraga bulu tangkis. Bahkan, Muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel yang namanya sudah diberitakan oleh Nabi Muhammad Saw adalah orang yang fokus dalam masalah peperangan. Sejak kecil sudah diceritakan oleh ayahnya tentang perang yang dihadapi oleh pasukan muslim melawan kafir.

Banyak dari kita yang belum mengetahui kekuatan di balik fokus itu sendiri. Semakin kita fokus pada satu hal, justru hal tersebut akan memudahkan kita dalam mencapai hal yang kita inginkan.

Ketika kita fokus, maka segala macam informasi yang berhubungan dengan impian kita akan mudah masuk ke dalam pikiran kita. Dan sebaliknya jika tidak fokus, justru pikiran kita akan dipusingkan oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan target kita. Sekali lagi, tidak ada orang sukses yang ahli dalam berbagai bidang, yang ada hanyalah orang hebat di bidang yang ditekuninya.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/05/01/32420/kunci-sukses-tekun-dan-fokus/#ixzz2UFbcnkcU
Read more
Oleh: Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi. M.Sc
Semua manusia tentu pernah mengalami rasa takut. Alasannya bisa 1001 macam. Seorang pemuda atau pemudi takut tidak mendapatkan jodoh yang cocok untuknya.  Setelah menikah, takut tidak bisa mendapatkan keturunan. Setelah melahirkan, takut anaknya tidak tumbuh  normal dan sehat serta mendapat pendidikan yang baik. Setelah menyelesaikan  pendidikan, takut tidak mendapat pekerjaan. Begitu seterusnya, takut ini… takut itu… beraneka macam alasan dan latar belakangnya.

Ketakutan adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selainkebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.

Karena itu pada prinsipnya rasa takut adalah wajar dan sangat manusiawi. Jika berada di tempat ketinggian, wajar jika manusia merasa takut akan terjatuh. Jika memegang benda tajam, wajar jika seseorang takut akan terluka. Seorang pedagang takut jika suatu saat usahanya merugi, karena itu ia menjalankan usahanya dengan serius dan hati-hati.  Seorang pejabat takut jika amanah yang diberikan kepadanya tidak bisa ia jalankan dengan baik dan tidak bisa pertanggung jawabkan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Karena itu ia bekerja dengan serius dan ekstra hati-hati.

Rasa takut bisa berimplikasi positif, namun bisa juga diterjemahkan secara negara negatif. Rasa takut membuat seseorang bersikap hati-hati, melakukan sesuatu dengan serius dan bersunguh-sungguh agar ia bisa terhindar dari resiko atau ancaman yang ia takutkan.  Namun ada orang menanggapi rasa takut secara negatif dan berlebihan. Sehingga rasa takut menjadi hantu dalam dirinya dan membuat ia terdorong untuk melakukan kesalahan.

Seorang ibu yang takut secara berlebihan terhadap kesalamatan anaknya melakukan perlindungan secara berlebihan (over protection) terhadap anaknya. Seorang pejabat yang takut akan kelihangan jabatannya berusaha mempertahankan jabatannya dengan jilat sana-jilat sini, atau memfitnah dan menekan orang lain agar jabatan tersebut terus bisa ia kuasai. Seorang pedagang berlaku curang agar ia terhindar dari resiko rugi.

Lebih parah lagi, ada yang meminta bantuan dukun agar jabatannya tetap langgeng. Seorang pedagang meminta jimat penglaris agar dagangannya tetap laku dan ia terhindar dari resiko kerugian. Ada juga yang meminta bantuan pawang hujan, karena takut saat ia melakukan hajatan turun hujan lebat dan hajatan yang dilaksanakan tidak sukses. Saya sendiri dulu  juga pernah ditawarkan bantuan oleh “orang pintar”, agar bisa memenangkan Pilkada.

Tentu saja tindakan itu tidak benar dan bisa digolongkansebagai perbuatan syirik.  Jika ingin meminta tolong kenapa tidak meminta tolong langsung kepada Allah? Mengapa harus meminta bantuan orang lain, jimat atau jin, bahkan setan yang berarti mempersekutukan Tuhan. Bukanlah Allah lebih berkuasa dari makhluk apapun? Kenapa kita tidak percaya akan kebesaran dan kekuasaanNya? Kenapa kita tidak minta tolong dan mengadu hanya kepadaNya?
Dalam suatu sidang paripurna di DPRD Sumbar, salah seorang anggota DPRD dari Fraksi PPP menyampaikan bahwa ia salut dengan sikap saya yang selalu tenang dan tidak terpengaruh dengan rumor yang berkembang belakangan ini. Banyak yang menyatakan ini adalah sebuah bola salju yang sedang menggelinding dan sangat berbahaya, sebagian lainnya menyebutnya sebagai kiamat besar. Namun saya tak bergeming dan tetap tegar. Beliau mengatakan saya pantas dijadikan guru politik dan sebagai inspirator.

Padahal rahasianya mudah dan sederhana saja. Rahasia pertama adalah bekerja keras, bersungguh-sungguh dan bertindak sesuai dengan aturan, rahasia kedua adalah serahkan dan kembalikan kepada Allah hal-hal yang di luar kemampuan kita. Biarkan Allah memutuskan apa yang terbaik untuk kita, jangan ikut campur urusan yang merupakan wewenang Allah.

Rahasia ketiga adalah syukuri apapun ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk kita, manis atau segetir apapun ketetapan itu. Jika tiga prinsip di atas diamalkan, insya Allah tidak akan ada lagi rasa takut dan cemas berlebihan yang selalu menghantui kita. Tak ada rasa was-was yang membuat tidur kita tidak nyenyak dan makan tidak enak.  Karena itu saya tetap tenang, sabar dan tetap melakukan kegiatan rutin sehari-hari seperti biasa.

Bukankah tidak perlu hidup yang indah ini kita rusak dengan hal-hal sepele yang tidak berguna? Takut boleh dan wajar-wajar saja. Namun ketakutan yang berlebihan, sekali lagi menjadi hantu dalam diri kita sendiri. Kalau kita sudah melakukan hal-hak yang benar, kenapa harus takut? Selain itu ada Allah tetap mengadu.

Mari kita hanya berserah diri dan hanya meminta tolong kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang-orang yang berada di jalan kebenaran dan dan diberikan petunjuk olehNya untuk selalu berada di jalan yang benar, tanpa rasa takut yang berlebihan dan selalu tenang menjalani hidup ini. Amin…


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/04/12/31144/tiga-cara-menghilangkan-rasa-takut-berlebihan/#ixzz2UFZGXPAz

Read more

Oleh: Didin Hafidhuddin
          @hafidhuddin

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat beraktivitas, semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan pd setiap langkah yg kita jalani. Aamiin.

1. Pagi ini saya akan kultwit materi kajian tafsir #alhijri Ahad kmrn, 5 mei 2013 yg membahas ttg QS Furqan ayat 67-69.

2. Pembahasan kali ini mrpkn lanjutan dr materi kajian sblmnya (QS Furqan: 63-66) yg mbhs ttg ciri-ciri #Ibaadurrahman.

3. Pd kajian sblmnya, tlh dibahas 4 ciri yg termasuk #ibaadurrahman yaitu orang yg senantiasa tawadhu (rendah hati)..

4. ..menjawab keburukan dgn kebaikan, membiasakan sebagian malamnya diisi untuk shalat malam..

5. Serta senantiasa berdoa tdk hanya untuk dunia, tetapi jg untuk akhirat.

6. Untuk lbh jelasnya, silahkan dibuka kultwit saya yg lalu dgn hashtag #ibaadurrahman.

7. Kali ini, akan dibahas 4 ciri selanjutnya dr #ibaadurrahman (dimulai dr point kelima hingga kedelapan).

8. Kelima, #ibaadurrahman jg memiliki penghasilan, tdk berada pd 2 kondisi yg ekstrim yaitu tabdzir (berlebih2an) dan bakhil (pelit).

9. #ibaadurrahman senantiasa bsifat moderat di dlm memanfaatkan penghasilan yg dimiliki. Mrk tdk berlebih2an dan tdk pula kikir thd sesama.

10. Jgn sampai thd orang lain kita tdk pelit, tetapi thd keluarga sendiri malah kikir.

11. Maka untuk berada d dlm kondisi yg tdk ekstrim tsb, sebaiknya kita membiasakan diri untuk berada di dlm kesederhanaan

12. Krn d dlm hadist dikatakan bhw orang yg sederhana itu akan mampu mengatasi setengah dr masalah kehidupan.

13. Terdapat pendapat yg menarik dr Imam Mujahid ttg konsep pemanfaatan harta manusia yaitu..

14. "Jika Anda membelanjakan segunung harta di dlm rangka ketaatan kpd Allah, maka hal tsb tdk dianggap berlebih2an..

15. "Tp jika Anda membelanjakan harta meski hanya 1 shak (1 ltr) di dlm kemaksiatan kpd Allah, maka hal tsb adl berlebih2an."

16. Maka, jika kita mndptkn penghasilan, komposisi yg seharusnya dibelanjakan: pertama, keluarkan dulu zakatnya..

17. Kedua, keluarkan infaqnya, dan terakhir baru dibelanjakan untuk kebutuhan lainnya.

18. Insya Allah jk hal tsb dilakukan, kita tdk akan termasuk ke dlm kategori orang yg berlebih2an maupun bakhil.

19. Keenam, #ibaadurrahman adlh mereka yg memiliki tauhid yg kuat atau aqidah yg baik (aqidah salimah).

20. Misalnya, kita tdk boleh berdoa & memohon kpd selain Allah. Kpd Allah-lah kita menggantungkan segalanya.

21. Sebagai contoh, kita dilarang untuk meminta sesuatu kpd org yg telah meninggal (di makam/kuburan).

22. Krn yg dibutuhkan oleh orang yg sudah meninggal adlh doa dr yg masih hidup. Dan Rasulullah saw mencontohkan adab ziarah.

23. Yaitu beliau tdk berlama2 di kuburan, kemudian mendoakan & membaca QS Al-Falaq & An-Nas sbyk 11 kali.

24. Krn tujuan utama dr ziarah kubur hanya 2, yaitu mendoakan yg telah meninggal & mengingatkn kpd yg msh hidup ttg kematian.

25. Bukan untuk memohon pertolongan. Mintalah segalanya langsung kpd Allah SWT, bkn kpd makhluk-Nya.

26. Jauhilah segala bentuk kemusyrikan. Krn jk kemusyrikan trs merajalela, negara akan mudah sekali u diadu domba.

27. Ketujuh, #ibaadurrahman tdk mau melukai orang lain tnpa alasan yg sesuai syariat. Jgnkan membunuh, melukai saja tdk boleh.

28. "Barangsiapa membunuh 1 nyawa saja, maka seperti membunuh seluruh umat manusia..

29. ..Dan brgsiapa menyelamatkan 1 nyawa saja, maka seperti menyelamatkan kehidupan seluruh manusia."

30. Keempat, #ibaadurrahman tdk melakukan perzinahan. Maka, kita seharusnya jgn mendekati zina spti yg digambarkan di dlm Al-Quran.

31. Jgnkan melakukan, mendekati hal-hal yg dpt menyebabkan zina saja kita dilarang. #ibaadurrahman

32. Krn zina tdk akan mungkin dilakukan, tnpa diawali oleh sesuatu yg mendekatkan kpd perbuatan tsb. #ibaadurrahman

33. Misalnya, berpacaran, berdua-duaan dgn yg bkn muhrim, bersentuhan dgn yg bkn halal baginya. #ibaadurrahman

34. Maka kita hrs dpt menjaga diri kita, anak2 kita, & orang2 sekitar kita dr perbuatan yg dpt mendekati zina. #ibaadurrahman

35. Di dlm HR. Tabrani, Rasulullah SAW bersabda, "Hendaknya kalian menjauhi zina, krn zina akan mengakibatkan 4 hal.. #ibaadurrahman

36. "Pertama, zina akan menghilangkan kewibawaan dr wajah manusia." #ibaadurrahman

37. Ternyata segala optimisme & keceriaan di dlm diri kita akan dicabut oleh Allah SWT jk kita melakukan hal tsb. #ibaadurrahman

38. "Kedua, zina akan mengakibatkan pemutusan rezeki oleh Allah SWT." #ibaadurrahman

39. Maka slh kaprah jika ada seseorang yg menghalalkan perzinahan dgn alasan ekonomi, krn Allah tdk akan mberikan rezeki. #ibaadurrahman

40. Kalaupun mdptkn uang dr hasil berzina, itu hanyalah sementara. Harta tsb akan lsg habis & tdk akan berkah. #ibaadurrahman

41. "Ketiga, perzinaan akan mengundang kebencian & kemurkaan dr Allah SWT." #ibaadurrahman nau'dzubillah..

42. Kemurkaan Allah misalnya diturunkannya adzab, penyakit yg tiada obatnya, dll. Nau'dzubillah.. #ibaadurrahman

43. "Keempat, perzinaan akan mengakibatkan pelakunya kekal di dlm neraka-Nya." #ibaadurrahman

44. Jk perzinaan dianggap hal sepele & biasa, maka Allah SWT akan mengekalkannya di dalam neraka. Naudzubillah. #ibaadurrahman

45. Maka mari sama2 menjaga diri kita dr segala yg dpt mengundang murka-Nya Allah SWT. #ibaadurrahman

46. Demikian kultwit lanjutan ciri dr #ibaadurrahman. Mdh2an kita termasuk k dlm kelompok #ibaadurrahman tsb. Aamiin.




 Didin Hafidhuddin
@hafidhuddin

Ketua Umum BAZNAS, Guru Besar IPB, Direktur Pascasarjana UIKA Bogor, Dewan Syariah Nasional MUI, dan Sekjen World Zakat Forum.
Read more

Talk Show "Narasi Kearifan, dari Tulisan ke Tindakan" oleh Ustadz Anis Matta di acara Islamic Book Fair (IBF) 2013 Istora Senayan Jakarta
Read more
Khutbah Jum'at Ustadz Anis Matta, di Masjid Al Muhajidin UNY, 8 Februari 2013
Read more

Oleh: K.H. Hilmi Aminuddin
PKS Taktakan - Ikhwan dan akhwat fillah saya ingin mengingatkan, bahwa untuk meraih kemenangan demi kemenangan, kita harus menjaga lima syarat untuk meraih kemenangan. Sebab kemenangan itu diberikan oleh Allah SWT. Wa man nashru illa min 'indillahi 'azizil hakim.

Lima syarat untuk meraih kemenangan ini adalah:


Pertama, kita harus mempunyai al-qiyam tastahiqun najah. Nilai-nilai yang membuat kita berhak meraih kemenangan (winning value).

Kedua, harus mempunyai manhaj. Al-Manhaju yastahiqqun najah. Memiliki konsep yang membuat kita berhak meraih kemenangan (winning concept).

Ketiga, an-nizham yastahiqqun najah atau winning system. Sistem, produk-produk regulasi, aturan-aturan, keputusan-keputusan, mekanisme dan prosedurnya membuat kita berhak meraih kemenangan.

Keempat, al-jama'atu yastahiqqunnajah. Jama'ah kita harus menjadi jama’ah yang berhak mendapatkan kemenangan. Jangan sampai menjadi jama’ah yang musyattatah (berpecah belah); jangan sampai menjadi jama’ah seperti yang disebutkan oleh Allah ta'ala, tahsabuhum jami'a wa qulubuhum syatta, "Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecah belah." Naudzu-billahi min dzalik. Sehingga la yastahiqqun najah, tidak berhak meraih kemenangan. Jangan sampai menjadi jama’ah yang tidak berpadu. Artinya kita harus mempunyai winning team. Tim yang berhak menerima kemenangan.

Kelima, al-ghayatu tastahiqqun najah. Tujuan dan sasaran yang membuat kita berhak mendapatkan kemenangan (winning goal). Sebab kadang-kadang orang membuat target-target demikian ambisius, sehingga jauh panggang dari api untuk diraih. Biasanya karena ghurur, karena sombong, karena lupa diri, karena menganggap enteng. Lalu membuat target-target yang demikian besar, demikian ambisius, demikian bombastis, yang tidak sesuai dengan sunnah kauniyah dari tahapan perjuangannya.

Jadi kalau disingkat untuk mencapai kemenangan itu diperlukan 5W: Winning Value, Winning Concept, Winning System, Winning Team, dan Winning Goal. Dari sisi manajemen saya harapkan kita dapat mengevaluasi kerja dan kinerja dakwah dari sisi 5W ini. Apakah nilai-nilai yang kita anut, penyikapan kepada nilai yang kita anut, atau istiqamatul mabda' (keistiqamahan pada prinsip) masih utuh? Kita masih istiqamah 'alal mabda' atau tidak? Sebab itu adalah merupakan winning value.

Masihkah kita istiqamah dalam aqidah kita?   Masihkah   kita   istiqamah   dalam fikrah kita? Masihkah kita istiqamah dalam minhaj kita? Itu semua merupakan winning value. Silahkan kita evaluasi.

Yang kedua winning concept. Sudah tentu konsep dasar adalah al-Qur'an dan sunnah. Manhaj 'amali-nya adalah manhaj jama’ah dakwah kita. Apakah kita konsisten terhadap dua konsep dasar dan konsep 'amali tadi? Itu juga harus kita lihat.

Yang ketiga winning system-nya, apakah sistem organisasi kita pantas untuk meraih kemenangan. Ini harus kita nilai. Apakah sistem kita terlalu kegedean atau longgar sehingga ribet. Atau sistem kita terlalu sempit sehingga susah melangkah. Ini kita nilai. Apakah nizham yang kita miliki merupakan winning system!

Yang keempat adalah winning team. Tim secara umum adalah jama’ah dakwah kita. Apakah jama'ah kita merupakan tim 'amal jama'i yang berhak meraih kemenangan. Yaitu tim amal jama'i yang konsisten, solid, dinamis. Tim amal jama'i yang istiqamatul mabda (istiqomah memegang prinsip), mataanatu tanzhim (soliditas struktur), hayawiyatul harakah (gerakan yang dina­mis).

Yang kelima adalah al-ghayah wal ahdaf tastahiqqun najah. Yaitu winning goal. Apakah sasaran, target-target yang kita tentukan itu walaupun sangat ideal, indah dibaca logis, realistis, terlalu besar atau tidak? Terlalu ambisius atau tidak?

Mengoreksi tidaklah haram. Mengoreksi hasil disiplin nilai, konsep, sistem, dan tim merupakan keharusan. Sesuai dengan definisi istiqamah yang disebutkan oleh Sayyid Qutb rahimahullah, "Al-Istiqaamatu hiya al-i'tidaalu wa al-mudhiyyu 'ala al-manhaji duuna inhiraafin." Istiqamah adalah lurus, konsisten, i'tidal dan terus berjalan tanpa adanya penyimpangan-penyimpangan.

"Wa huwa fii haajatin ila al-yaqzhati ad-daa-imati." Dan istiqamah itu selalu menhajatkan, selalu membutuhkan kesiagaan yang kontinyu.

"Wa attadabburi addaa-imi wa attaharri addaa-imi li hududi atthariiqi wa dhabti al-infi'alaati al-basyariyati allati tamiilu al-ittijaaha qaliilan aw katsiiran."

Merenung dan evaluasi secara terus menerus. Bahkan mewaspadai, meneliti akan batas-batas jalan, batas-batas syar'i, batas-batas kewajaran, batas-batas kemampuan, batas-batas peluang dalam perjalan dakwah kita, dan mengendalikan emosi-emosi kemanusiaan kita. Kadang-kadang ketika dirangsang oleh wawancara, emosi kita terangkat. Padahal wawancara banyak jebakan. Atau dirangsang oleh statemen-statemen orang lain yang berkobar, kita merasa ketinggalan, lalu kita ingin membuat statemen juga yang lebih berkobar lagi. Atau dirangsang oleh ejekan-ejekan. Apa sih musyarakah? Ikut pemerintah berhasil apa? Lalu kita merasa bersalah dengan musyarakah ini, dan seterusnya.

Rangsangan-rangsangan untuk menyimpang itu demikian banyak. Awalnya disebabkan emosi yang tidak terkendali. Emosi itulah yang seringkali, kata Sayyid Qutb, menyimpangkan orientasi kita sedikit atau banyak. Ini harus dievaluasi dan diwaspadai. Jangan sampai oleh rangsangan-rangsangan eksternal bentuknya apa pun, tiba-tiba kita emosi. Akhirnya, kata Sayyid Qutb, ada mail. Artinya mulai menyimpang dari al-ittijah (orientasi kerja) kita. Orientasi kerja kita untuk meraih mardhatillah, orientasi kita untuk mengembangkan hasanat kita, orientasi kita untuk terus-menerus berbuat ihsan, tiba-tiba menyimpang. Orientasi kita sebagai da'i untuk selalu terus membangun komunikasi, untuk memelihara akses komunikasi dengan semua golongan umat, bangsa, dan kemanusiaan ini, tiba-tiba dirusak oleh rangsangan-rangsangan terhadap emosi kita. Na'udzubillahi min dzalik. Itu yang digambarkan oleh Sayyid Qutb rahimahu­llah, kemudian beliau mengatakan, "Wa min tsamma fa hiya syughlun daaimun fii kulli harakatin min harakaati al-hayaah."

Usaha untuk menjaga istiqamah itu merupakan usaha yang penting dalam setiap gerakan dari gerak-gerak hidup kita.

Ikhwan dan akhwat fillah, itu gambaran kita, bagaimana supaya kita menjadi harakah dakwah yang selalu berhasil, insya Allah bi'aunillah...


Read more

Copyright © 2012, BitsaMedia Allrights Reserved - Magazine World Theme - Designed by Uong Jowo Redesigned by Kusriyanto